Minggu, 17 Januari 2016



KATA MAAF YANG DIRAGUKAN

Kamu, iya kamu, kamu yang tidak aku kenal lagi apakah kamu masih belum bisa menerimanya? Menerima kenyatan yang telah terjadi,  apa kamu tega membiarkan dunia menterwakan’mu Jika kamu sudah memaafkan’ku sejak lama lalu mengapa kau seperti ini?Kata Maaf yang kau lontarkan seakan-akan tak pernah kau ucapkan. Apa masih tersimpan rasa sakit hati atas ocehan-ocehan kasar’ku sehingga masih membeku di jiwa’mu? Jika iya | Apa arti kata Maaf yang kau berikan!! sikap ketusmu sangat mengganggu’ku aku tidak tau harus bersikap gimana lagi hanya sekedar menoleh saja kau tidak sanggup. Kemana kau bawa lari hati kecilmu sehingga aku tak bisa lagi mengenal’mu. Kamu pernah bilang aku tidak mengenal’mu | Kamu salah aku mengenal’mu bisa dikatakan aku sangat pengenalmu tapi kamu saja yang selalu menutupi diri dengan topeng manis’mu yang sangat sulit untuk seseorang mengenalinya hingga sampai saat ini kamu masih memakainya dan membuat seseorang disekitar’mu tak lagi mengenalmu, mengapa kau sepertini ini?? Aku tidak punya teman seperti kamu, Kamu yang aku ceritakan dengan gembira keteman-teman kesayanganku tapi  malah kau matikan bunga yang telah aku jaga, apa lagi yang dapat aku ceritakan tiap malamnya kepada teman’ku sedangkan seseorang yang aku ceritakan sudah menjadi duri dalam kesunyian malam’ku. Sampai kapan aku harus menuggu kau akan kembali lagi seperti dulu? malah kau pernah mengatakan kita masih berteman tapi kembali seperti dulu lagi tidak akan Terjadi^^ Beban apakah yang merasuki jiwa’mu sampai kau tak ingin aku mengetahuinya, Masih tega kau biarkan rasa cemas, curiga, khwatir,  jengkel, dan rasa bersalah untuk aku rasakan? atau kamu hanya belum pernah merasakan bagaimana berada diposisi seperti ini.! Sepertinya kau yang lebih tau yang mana yang baik dan yang mana yang buruk tapi mengapa semua bertolak belakang kau seakan-akan anak bocah yang tidak tau kemana arah yang ingin dituju. Pada suatu titik aku merasa jenuh dengan sikap’mu yang semakin hari tak bisa aku pahami dan saat itu aku mulai berhenti mengamati’mu karna kau yang aku inginkan akan kembali seperti dulu tak kunjung tiba, tak ada perubahan, dan semua berubah tidak seperti yang aku harapkan. Aku hanya berdo’a suatu saat kamu masih mengenalku dan memutar kembali kenangan terindah saat kita masih bercanda dan pada saat itu pula aku akan menanam bunga abadi. Sehingga cerita kita tidak akan menjadi racun yang mematikan bunga tersebut.. :’)