KATA
MAAF YANG DIRAGUKAN
Kamu, iya kamu, kamu yang tidak aku
kenal lagi apakah kamu masih belum bisa menerimanya? Menerima kenyatan yang
telah terjadi, apa kamu tega membiarkan
dunia menterwakan’mu Jika kamu sudah memaafkan’ku sejak lama lalu mengapa kau
seperti ini?Kata Maaf yang kau lontarkan seakan-akan tak pernah kau ucapkan.
Apa masih tersimpan rasa sakit hati atas ocehan-ocehan kasar’ku sehingga masih
membeku di jiwa’mu? Jika iya | Apa arti kata Maaf yang kau berikan!! sikap
ketusmu sangat mengganggu’ku aku tidak tau harus bersikap gimana lagi hanya
sekedar menoleh saja kau tidak sanggup. Kemana kau bawa lari hati kecilmu
sehingga aku tak bisa lagi mengenal’mu. Kamu pernah bilang aku tidak
mengenal’mu | Kamu salah aku mengenal’mu bisa dikatakan aku sangat pengenalmu
tapi kamu saja yang selalu menutupi diri dengan topeng manis’mu yang sangat
sulit untuk seseorang mengenalinya hingga sampai saat ini kamu masih memakainya
dan membuat seseorang disekitar’mu tak lagi mengenalmu, mengapa kau sepertini
ini?? Aku tidak punya teman seperti kamu, Kamu yang aku ceritakan dengan
gembira keteman-teman kesayanganku tapi malah kau matikan bunga yang telah aku jaga,
apa lagi yang dapat aku ceritakan tiap malamnya kepada teman’ku sedangkan
seseorang yang aku ceritakan sudah menjadi duri dalam kesunyian malam’ku.
Sampai kapan aku harus menuggu kau akan kembali lagi seperti dulu? malah kau
pernah mengatakan kita masih berteman tapi kembali seperti dulu lagi tidak akan
Terjadi^^ Beban apakah yang merasuki jiwa’mu sampai kau tak ingin aku
mengetahuinya, Masih tega kau biarkan rasa cemas, curiga, khwatir, jengkel, dan rasa bersalah untuk aku rasakan?
atau kamu hanya belum pernah merasakan bagaimana berada diposisi seperti ini.!
Sepertinya kau yang lebih tau yang mana yang baik dan yang mana yang buruk tapi
mengapa semua bertolak belakang kau seakan-akan anak bocah yang tidak tau
kemana arah yang ingin dituju. Pada suatu titik aku merasa jenuh dengan
sikap’mu yang semakin hari tak bisa aku pahami dan saat itu aku mulai berhenti
mengamati’mu karna kau yang aku inginkan akan kembali seperti dulu tak kunjung
tiba, tak ada perubahan, dan semua berubah tidak seperti yang aku harapkan. Aku
hanya berdo’a suatu saat kamu masih mengenalku dan memutar kembali kenangan
terindah saat kita masih bercanda dan pada saat itu pula aku akan menanam bunga
abadi. Sehingga cerita kita tidak akan menjadi racun yang mematikan bunga
tersebut.. :’)
